Risalah Islam Berkemajuan: Lima Ciri yang Perlu Dipahami Warga
Lima ciri Islam berkemajuan menurut Risalah yang ditetapkan pada Muktamar ke-48 Muhammadiyah, beserta contoh penerapannya dalam keseharian.
Risalah Islam Berkemajuan adalah salah satu keputusan penting Muktamar ke-48 Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah yang berlangsung di Surakarta pada November 2022. Dokumen ini merumuskan cara pandang Muhammadiyah tentang Islam yang menggerakkan kemajuan, baik bagi umat, bangsa, maupun kemanusiaan universal.
Meski lahir dari forum tertinggi organisasi, gagasan di dalamnya sebenarnya dekat dengan kehidupan sehari-hari. Berikut lima ciri Islam berkemajuan yang dirumuskan dalam risalah tersebut, beserta contoh penerapannya.
1. Berlandaskan tauhid
Tauhid menjadi fondasi seluruh gerak. Keyakinan bahwa hanya Allah yang patut disembah membebaskan manusia dari ketundukan pada takhayul, kultus individu, maupun kepentingan sesaat. Dalam keseharian, tauhid tampak pada sikap jujur dan tidak menghalalkan segala cara.
2. Bersumber pada Al-Qur’an dan Sunnah
Al-Qur’an dan Sunnah dipahami sebagai sumber utama, dengan pendekatan yang memadukan teks, akal, dan ilmu pengetahuan. Inilah sebabnya Muhammadiyah mendorong warganya untuk terus belajar dan membaca.
3. Menghidupkan ijtihad dan tajdid
Ijtihad adalah kesungguhan berpikir untuk menjawab persoalan baru, sedangkan tajdid berarti pembaruan. Contohnya terlihat pada penggunaan hisab dalam penentuan awal bulan Hijriah serta pengembangan layanan pendidikan dan kesehatan modern.
4. Mengembangkan wasathiyah
Wasathiyah berarti sikap tengahan: tidak ekstrem, tidak pula longgar tanpa prinsip. Bagi media seperti GagasanMU, nilai ini diterjemahkan menjadi pemberitaan yang berimbang dan menghindari judul yang memancing kemarahan.
5. Mewujudkan rahmat bagi seluruh alam
Islam berkemajuan harus menghadirkan kebaikan bagi semua orang, tanpa memandang latar belakang. Kepedulian terhadap lingkungan, misalnya menjaga gambut agar tidak terbakar, termasuk wujud nyata dari ciri ini.
Menerapkannya mulai dari rumah
Kelima ciri tersebut bisa dipraktikkan dalam lingkup kecil. Keluarga dapat membiasakan diskusi terbuka. Sekolah dapat mengajarkan cara berpikir kritis. Jamaah masjid dapat menjadikan kajian sebagai ruang tanya jawab, bukan sekadar ceramah satu arah.
Naskah lengkap Risalah Islam Berkemajuan dapat dibaca melalui kanal resmi Persyarikatan Muhammadiyah. Pembaca yang ingin mendalaminya bersama komunitas dapat memanfaatkan pengajian rutin di cabang masing-masing.