Muhammadiyah dan Umat

Menyambut Milad ke-114 Muhammadiyah, Ini Makna Berkemajuan bagi Riau

Milad ke-114 Muhammadiyah jatuh pada 18 November 2026. Momen ini menjadi pengingat bahwa gerakan berkemajuan diukur dari manfaatnya bagi warga.

Menyambut Milad ke-114 Muhammadiyah, Ini Makna Berkemajuan bagi Riau

Milad ke-114 Muhammadiyah akan diperingati pada 18 November 2026. Muhammadiyah didirikan oleh KH Ahmad Dahlan di Kampung Kauman, Yogyakarta, pada 18 November 1912 atau 8 Zulhijah 1330 Hijriah. Lebih dari satu abad kemudian, persyarikatan ini tumbuh menjadi salah satu organisasi kemasyarakatan Islam terbesar di dunia, dengan amal usaha yang tersebar hingga ke kabupaten dan kota di Riau.

Bagi warga Riau, milad bukan sekadar seremoni tahunan. Ia menjadi kesempatan untuk menimbang kembali apa arti “berkemajuan” dalam kehidupan sehari-hari: di sekolah, di klinik, di pasar, dan di ruang digital.

Dari pengajian kecil menjadi gerakan pelayanan

KH Ahmad Dahlan memulai gerakannya dari hal yang sangat konkret. Ia membetulkan arah kiblat, mengajar anak-anak dengan metode yang dianggap baru pada zamannya, dan mengajak murid-muridnya mengamalkan surat Al-Ma’un dengan menyantuni fakir miskin dan anak yatim. Dari sana lahir tiga pilar layanan yang dikenal hingga kini: pendidikan, kesehatan, dan sosial.

Semangat itu kemudian dirumuskan dalam berbagai dokumen resmi, termasuk Risalah Islam Berkemajuan yang ditetapkan pada Muktamar ke-48 di Surakarta tahun 2022.

Makna berkemajuan dalam konteks Riau

Riau menghadapi persoalan yang khas: kabut asap musiman, ketergantungan ekonomi pada perkebunan, serta kesenjangan layanan antara kota dan desa. Semangat berkemajuan menuntut jawaban yang berbasis ilmu dan data, bukan sekadar seruan moral.

Beberapa wujudnya dapat dilihat dari kerja amal usaha di lapangan:

  • Sekolah dan kampus yang membuka akses pendidikan bagi anak dari keluarga kurang mampu.
  • Klinik dan layanan kesehatan yang menjangkau warga lanjut usia.
  • Program pemberdayaan ekonomi melalui zakat produktif.
  • Kajian literasi digital agar jamaah tidak mudah termakan hoaks.

Merayakan milad secara bermanfaat

Milad dapat dirayakan dengan kegiatan yang langsung terasa manfaatnya. Cabang dan ranting bisa menggelar pemeriksaan kesehatan gratis, donor darah, bakti lingkungan di sekitar sungai, atau kelas menulis bagi pelajar. Kegiatan sederhana yang dilakukan serentak justru sering memberi dampak lebih besar daripada acara besar yang hanya berlangsung sehari.

Redaksi GagasanMU membuka ruang bagi cabang, ranting, dan amal usaha di seluruh Riau untuk mengirimkan kabar kegiatan milad. Kirimkan foto, waktu, tempat, dan narahubung melalui halaman Kontak. Setiap kiriman akan diverifikasi sebelum terbit.

Informasi resmi mengenai tema dan rangkaian acara Milad ke-114 dapat dipantau melalui laman resmi Persyarikatan Muhammadiyah.

Leave a Reply

Your email address will not be published.