Tandan Kosong Sawit Jadi Kompos, Peluang bagi Petani Kecil Riau
Tumpukan tandan kosong sawit sering dibiarkan atau dibakar. Padahal limbah ini bisa diolah menjadi kompos yang menghemat biaya pupuk.
Riau dikenal sebagai salah satu provinsi dengan perkebunan kelapa sawit terluas di Indonesia. Dari setiap tandan buah segar yang diolah di pabrik, tersisa tandan kosong yang jumlahnya sangat besar. Selama ini sebagian limbah tersebut dibiarkan menumpuk atau bahkan dibakar. Padahal, limbah sawit jadi kompos adalah peluang yang bisa dimanfaatkan petani kecil.
Mengapa tandan kosong berharga
Tandan kosong sawit mengandung bahan organik serta unsur hara seperti kalium. Setelah dikomposkan, bahan ini dapat memperbaiki struktur tanah, meningkatkan kemampuan tanah menahan air, dan mengurangi kebutuhan pupuk kimia.
Membakar tandan kosong justru merugikan. Selain menghilangkan bahan organik yang berharga, asapnya ikut menurunkan kualitas udara, dan di lahan gambut, api berisiko merembet menjadi kebakaran yang sulit dipadamkan.
Cara sederhana mengomposkan
Berikut langkah dasar yang bisa diterapkan dalam skala kebun rakyat:
- Cacah tandan kosong menjadi potongan kecil agar lebih cepat terurai.
- Campur dengan bahan lain seperti kotoran ternak atau sisa sayuran untuk menambah nitrogen.
- Tambahkan cairan dekomposer, yaitu mikroba pengurai yang banyak dijual di toko pertanian.
- Tumpuk dan tutup dengan terpal, lalu jaga kelembapannya tetap lembap tetapi tidak becek.
- Balik tumpukan secara berkala agar udara masuk dan proses pengomposan merata.
Dalam beberapa minggu hingga beberapa bulan, tergantung ukuran cacahan dan perawatannya, kompos akan berwarna gelap, gembur, dan tidak berbau menyengat.
Peluang usaha
Kelompok tani dapat mengelola pengomposan bersama sehingga biaya mesin pencacah bisa ditanggung bersama. Kompos yang berlebih dapat dikemas dan dijual kepada petani sayur atau pehobi tanaman di perkotaan. Usaha ini bisa didampingi melalui program pemberdayaan, termasuk zakat produktif.
Bagian dari ekonomi sirkular
Pengolahan limbah menjadi produk bermanfaat adalah contoh ekonomi sirkular: tidak ada yang terbuang percuma. Langkah ini juga mendukung upaya menjaga gambut Riau tetap basah karena mengurangi kebiasaan membakar sisa kebun.
Petani yang ingin memulai dapat berkonsultasi dengan penyuluh pertanian di kecamatan masing-masing.
Untuk skala yang lebih besar, kelompok tani dapat bekerja sama dengan pabrik kelapa sawit di sekitarnya agar memperoleh pasokan tandan kosong secara rutin. Kerja sama ini menguntungkan kedua pihak karena pabrik pun terbantu dalam mengurangi tumpukan limbahnya.