Menjaga Sungai Siak dari Sampah Rumah Tangga
Sungai Siak menjadi jalur transportasi, sumber air, dan ruang hidup warga. Sampah plastik dari rumah tangga perlahan mengancam fungsinya.
Sungai Siak mengalir melintasi beberapa kabupaten dan kota di Riau, termasuk Pekanbaru dan Kabupaten Siak. Sungai ini dikenal sebagai salah satu sungai terdalam di Indonesia dan sejak lama menjadi urat nadi kehidupan masyarakat Melayu, baik sebagai jalur dagang, sumber air, maupun tempat mencari ikan.
Namun pertumbuhan permukiman di tepian sungai membawa persoalan baru. Sampah rumah tangga, terutama plastik, masih sering ditemukan mengapung atau tersangkut di pinggir sungai.
Dari mana sampah berasal
Sebagian sampah dibuang langsung ke sungai oleh warga yang tinggal di bantaran. Sebagian lain terbawa dari selokan dan anak sungai ketika hujan deras. Sampah plastik sekali pakai, seperti kantong belanja, gelas minuman, dan bungkus makanan, menjadi jenis yang paling banyak ditemukan.
Dampaknya
- Ikan dan biota sungai terganggu, bahkan dapat memakan serpihan plastik.
- Saluran air tersumbat sehingga risiko banjir meningkat saat musim hujan.
- Kualitas air menurun, padahal sebagian warga masih memanfaatkannya untuk kebutuhan sehari-hari.
- Wajah kota terlihat kumuh sehingga merugikan potensi wisata sungai.
Langkah sederhana dari rumah
- Pilah sampah organik dan anorganik di rumah.
- Kurangi plastik sekali pakai dengan membawa tas belanja dan botol minum sendiri.
- Setorkan sampah anorganik yang masih bernilai ke bank sampah terdekat.
- Olah sisa dapur menjadi kompos, mirip dengan cara mengolah limbah sawit menjadi kompos.
Gerakan bersama
Komunitas pencinta sungai, sekolah, dan organisasi kepemudaan dapat menggelar aksi bersih sungai secara rutin. Kegiatan ini juga dapat menjadi agenda Milad Muhammadiyah di tingkat cabang dan ranting.
Pemerintah daerah memiliki peran penting dalam menyediakan tempat pembuangan sampah yang mudah dijangkau warga bantaran sungai. Tanpa sarana yang memadai, imbauan untuk tidak membuang sampah ke sungai akan sulit dijalankan.
Sungai Siak adalah warisan bersama. Menjaganya tetap bersih berarti menjaga sejarah sekaligus masa depan Riau.
Sekolah di sekitar bantaran dapat mengajak siswa mengamati sungai secara langsung, mencatat jenis sampah yang ditemukan, lalu mendiskusikan sumbernya. Kegiatan ini melatih kepedulian sekaligus kemampuan berpikir ilmiah.