Lingkungan dan Ekonomi

Menjaga Gambut Riau Tetap Basah untuk Mencegah Kebakaran

Api di lahan gambut bisa menjalar di bawah permukaan dan sulit dipadamkan. Kuncinya ada pada menjaga gambut tetap basah sepanjang tahun.

Sebagian besar wilayah daratan Riau berupa lahan gambut, yaitu tanah yang terbentuk dari tumpukan sisa tumbuhan yang membusuk selama ribuan tahun dalam kondisi tergenang air. Dalam keadaan alami, gambut Riau menyimpan karbon dan air dalam jumlah besar. Namun ketika dikeringkan, gambut berubah menjadi bahan bakar yang mudah terbakar.

Mengapa kebakaran gambut sulit dipadamkan

Api di lahan gambut tidak hanya membakar permukaan. Api dapat menjalar di bawah tanah, membara selama berhari-hari, lalu muncul kembali di tempat lain. Kebakaran semacam ini menghasilkan asap tebal yang menjadi penyebab utama kabut asap di Riau dan wilayah sekitarnya.

Dampaknya langsung dirasakan warga, mulai dari gangguan pernapasan, sekolah yang diliburkan, hingga penerbangan yang tertunda. Panduan kesehatannya dapat dibaca di artikel menjaga paru anak saat kabut asap.

Prinsip pembasahan kembali

Upaya restorasi gambut di Indonesia dikenal dengan pendekatan 3R:

  • Rewetting (pembasahan kembali): membangun sekat kanal dan sumur bor agar muka air tanah tetap tinggi.
  • Revegetation (penanaman kembali): menanam jenis tumbuhan yang cocok dengan lahan gambut.
  • Revitalization (revitalisasi ekonomi): mengembangkan sumber penghidupan warga yang tidak merusak gambut.

Badan Restorasi Gambut dan Mangrove (BRGM) bersama pemerintah daerah dan masyarakat menjalankan program ini di sejumlah desa di Riau.

Peran warga

  • Tidak membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar.
  • Ikut merawat sekat kanal dan sumur bor di desa.
  • Bergabung dengan kelompok Masyarakat Peduli Api atau kelompok sejenis.
  • Segera melapor kepada aparat desa, pemadam kebakaran, atau BPBD jika melihat titik api.

Memantau titik panas

BMKG dan instansi terkait memantau titik panas (hotspot) melalui citra satelit. Informasi ini dapat digunakan sebagai peringatan dini. Namun titik panas belum tentu berarti kebakaran, sehingga perlu dicek langsung di lapangan.

Menjaga gambut adalah pekerjaan sepanjang tahun, bukan hanya saat musim kemarau. Ketika gambut tetap basah, Riau dapat bernapas lega.

Sekolah di wilayah gambut juga dapat mengenalkan materi ini sejak dini. Anak-anak yang memahami mengapa gambut harus tetap basah akan tumbuh menjadi generasi yang lebih peduli terhadap lingkungan tempat mereka tinggal, sekaligus menjadi penyampai pesan bagi keluarganya.

Leave a Reply

Your email address will not be published.